Pemicu Stress Dalam Survival (Stressors)


 Stressors ( pemicu stress dalam survival)

1.       Loneliness (kesepian)

Kesepian adalah musuh yang dapat menyergap anda tanpa peringatan. Ini akan menyerang anda ketika anda menyadari bahwa diri anda adalah satu-satunya orang yang ada di sekitar anda dan diri anda jugalah satu-satunya orang dimana anda dapat bergantung pada saat dalam situasi survival.
Jangan biarkan kesepian menggerogoti sikap positif anda. Melawan dengan cara tetap sibuk, misalnya dengan bernyanyi, bersiul, mengumpulkan makanan, atau melakukan hal lain akan mengalihkan pikiran anda dari beban akan kenyataan bahwa anda sendirian. Juga sementara dalam situasi survival yang anda alami, kebosanan atau berkurangnya semangat utnuk berusaha mungkin menyerang anda. Ini harus disembunyikan untuk mempertahankan sikap mental yang tepat dalam keadaan survival. Sekali lagi jagalah diri anda tetap sibuk untuk menjaga pikiran anda tetap sibuk. “keep playing” .

2.       Fatigue ( kelelahan )

Pastikan untuk menghindari kelelahan. Kelelahan berlebihan dari otot-otot dan pikiran anda merupakan ancaman serius. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya pertahanan anda sehingga menjadi kurang sadar dan waspada akan bahaya. Hal ini juga menyebabkan kurangnya perhatian, ketelitian, dan meningkatkan kecerobohan serta menghilangnya kemampuan anda mengambil keputusan yang berdasarkan penalaran yang sehat. Luangkan waktu untuk menyegarkan dan mengistirahatkan otak dan tubuh anda. Menghemat energi anda. Istirahat, tidur dan menjaga ketenangan sangat penting, ketika anda merasa diri anda sakit, itu adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang salah. Ketika di saat-saat  gembira anda mungkin tidak merasakan sakit. Jangan biarkan perasaan ini menguras sisi-sisi terbaik dari diri anda, karena jika itu terjadi maka akan melemahkan keinginan anda untuk bertahan hidup.

3.       Cold and heat ( hawa dingin dan panas )

Dingin dan panas adalah musuh lainnya yang harus diatasi untuk bertahan hidup. Paparan elemen seperti dingin dan panas dapat menjadi sangat berbahaya. Buatlah perlindungan sebaik mungkin. Jika dingin mencoba dan menemukan tempat berlindung dan membuat api. Jika dalam cuaca benar-benar panas, hindarilah sengatan sinar matahari secara langsung. Jika cuaca dingin anda mungkin lebih enak untuk tidur di siang hari dan tetap menjaga api dimalam hari. Dalam cuaca sangat panas, anda perlu mencari perlindungan untuk tidur disiang hari.

4.       Hunger and thirst ( lapar dan haus )

Lapar dan  haus adalah musuh yang benar-benar dapat menekan sikap positif mental anda. Cobalah untuk menemukan air. Makanan bisa menunggu. Seseorang bisa bertahan hidup selama berminggu-minggu tanpa makanan, namun hanya tiga hari tanpa air. Hemat cadangan energy tubuh anda, buatlah rencana mengumpulkan makanan dengan baik. Anda mungkin akan lebih baik beristirahat dari pada berkeliaran tanpa tujuan mencari makanan. Bahkan jika anda menemukan makanan  anda tetap membuang sejumlah energi dan bahayanya jika energy yang dibuang utnuk mendapatkan makanan ternyata lebih banyak dari energy yang didapat diberikan oleh makanan yang anda dapatkan.

Hanya jika anda yakin dapat memperoleh makanan dengan mudah, pergilah dan dapatkan. Seorang pria dengan perut kenyang, dapat menahan tekanan hidup dari seorang pria dengan perut kosong. Kurangnya nutrisi bisa membuat anda lebih rentan terhadap depresi. Ingat kerangka berpikir positif anda dan jagalah tujuan anda untuk tetap hidup tertanam segar dalam pikiran anda.

5.       Fear ( ketakutan )

Ketakutan adalah musuh terbesar dalam keadaan survival. Ketakutan adalah reaksi yang normal bagi siapa saja yang dihadapkan dengan situasi yang mengancam kehidupannya. Orang merasa takut terhadap banyak hal. Orang-orang memiliki rasa takut akan kematian, tersesat, hewan, penderitaan, ejekan, dan kelemahan-kelemahan diri merekan sendiri. Hal yang paling penting ditakuti oleh orang yang melakukan perjalanan dibelantara adalah tersesat dan semakin jauh berjalan semakin tersesat. Ketakutan bisanya tergantung sepenuhnya pada individu itu sendiri bukan pada situasi yang dihadapi. Ketakutan dapat menyebabkan orang opanik atau justru merangsang upaya yang lebih besar utnuk bertahan hidup.

Ketakutan negative mempengaruhi perilaku manusia dan mengurangi peluangnya utnuk bertahan hidup. Persaan terburuk yang memperbesar ketakutan adalah keputusasaan dan ketidakberdayaan. Jangan biarkan gagasan akan kegagalan bertahan hidup melintas dipikiran anda. Tidak ada manfaatnya untuk mencoba menghindari rasa takut dengan menyangkal kenyataan bahwa anda sedang berada dalam situasi hidup yang berbahaya. Anda harus menerima bahwa ketakutan adalah reaksi alami utnuk situasi berbahaya dan mencoba untuk melakukan usaha yang terbaik untuk bertahan hidup dan keluar dari kesulitan anda.

6.       Panic ( panic )

Panic dalam situasi survival sangat berbahaya dan mematikan. Musuh yang berbahaya dari rasa dakut adalah panic. Panic adalah dorongan tidak terkendali yang dapat membuat diri anda kehilangan penalaran dan cenderung mendorong anda mengambil tindakan tergesa-gesa dan ceroboh yang dapat mebuat anda pada situasi yang lebih serius dan berbahaya bahkan mematikan. Panic dipicu pada pikiran dan imajinasi di bawah tekanan. Ini hasil dari ketakutan yang tidak diketahui, kurangnya kepercayaan diri, tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya ( kurang pengetahuan). Ketakutan dapat membangun panic dan menyebabkan seseorang malah membuat situasi yang lebih buruk.

Dalam kepanikan kemampuan berpikir rasional seseorang hilang dan dapat membawa anda pada situasi yang mengakibatkan tragedy. Panic dapat menyebankan kelelahan, cidera, atau kematian. Sebuah sikap mental yang positif masih obat terbaik. Untuk memerangi ketakutan dan panik tetap tenang, rileks, melihat sisi terang dari setiap hal, dan tetap dalam pengendalian diri yang baik. Pertahankan positif self-talk dan ingat tujuan anda untuk bertahan hidup. Jika anda mempelajari pengetahuan dan teknik-teknik bertahana hidup di alam bebas serta sering mempraktikannya, ini akan sangat bermanfaat dalam mengurangi kepanikan anda ketika anda benar-benar dalam keadaan harus bertahan hidup di alam bebas dan dalam situasi darurat berbahaya.

Dengan sering berlatih dan mengenali stressors dalam survival serta mengembangkan mental coping strategy yang tepat maka anda baru dapat melakukan STOP (Sit, Think, Observes, Plan ).

Komentar